Ratusan Calon Mahasiswa Baru Ikut Seleksi Masuk STIE Bima

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

KOTA BIMA,- Ratusan Calon Mahasiswa Baru mengikuti seleksi masuk STIE Bima. Kegiatan yang akan berlangsung selama 4 hari itu dipusatkan di Auditorium STIE Bima.

“Kegiatan seleksi Calon Mahasiswa Baru dimulai pada Sabtu (22/9/2020). Dan akan berakhir pada Selasa (25/9/2020) mendatang,” ujar Muhajirin, MM. ketua Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) STIE Bima angkatan 2020-2021.

Lanjut pria Kelahiran Desa Combo, Kecamatan Wawo itu, seleksi tersebut dilaksanakan selama empat hari. Terbagi dalam dua tahap seleksi, yaitu Tes Tulis dan Tes Wawancara.

“Alhamdulillah, tes tulis kita mulai hari ini (Sabtu, Red) dengan pelaksanaan dibagi dalam tiga Sesi. Yaitu sesi pertama dimulai pukul 09.00-11.00 Wita, Sesi II pukul 13.00-15.00 Wita dan Sesi III mulai 16.00-18.00 Wita,” bebernya.

“Untuk tes wawancara, akan dilaksanakan selama 3 hari yaitu mulai Minggu sampai Selasa,” tambah alumni program Magister Managemen Unram Mataram ini.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua STIE Bima, Firdaus, ST. MM. Kata pria yang lebih akrab disapa Fedo ini, calon mahasiswa baru yang mengikuti tes tulis sekitar 497 orang dari 500 lebih yang daftar.

“Dari 497 calon mahasiswa yang ikut tes, yang akan diterima sekitar 300 lebih. Tentu saja kelulusan berdasarkan Kriteria penilaian Yang sudah ditetapkan oleh STIE Bima,” imbuh mantan politisi Demokrat Kota Bima ini.

Selain tes tulis, tes wawancara juga sangat menentukan kelulusan. “Setelah tes tulis, kami juga melaksanakan tes wawancara. Hal itu sebagai sarana kami melihat sejauh mana kemampuan dan komitmen calon mahasiswa untuk kuliah di STIE Bima,” tegasnya.

Lanjut alumni SMAN 1 Kota Bima ini, selain tes tulis dan wawancara, para peserta PMB juga akan diuji kemampuan mengoperasikan komputer. Mengingat saat menjadi mahasiswa, Komputer atau TI menjadi suatu halnya sangat akrab dengan mahasiswa. “Lebih-lebih kita tengah berada di era Revolusi Industri 4.0. Maka kita harus akrab dengan barang elektronik,” tuturnya.

Sebagai informasi, kegiatan tetap tersebut menerapkan standar protokol Covid 19 secara ketat. Sehingga mahasiswa yang mengikuti seleksi diatur sedemikian rupa, mulai dari jarak tempat duduk, kelengkapan alat kesehatan seperti masker, penyediaan alat tes suhu badan, tempat cuci tangan dan lain-lain.

“Kalau ada mahasiswa yang tidak membawa masker misalnya, jangankan untuk mengikuti tes, masuk ke area kampus saja tidak diizinkan,” Tegasnya.

Pria kelahiran 1977 ini mengawasi kegiatan seleksi secara maksimal. Karena proses seleksi ini kata dia, merupakan awal yang baik bagi STIE Bima dalam mencetak generasi yang berjiwa entrepreneuship sebagaimana menjadi visi kampus biru tersebut. Tentunya akan bermuara peda peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah, bangsa dan negara. (*)