Touring Lima Kecamatan, STIE Bima Pantau Perkembangan Ekonomi

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

KOTA BIMA,- Akibat pandemic Covid-19, Perkembangan Ekonomi masyarakat ikut goyah. Tidak terkecuali masyarakat Kabupaten Bima. Memastikan langsung hal itu, sejumlah dosen dan Staf STIE Bima melakukan  Touring ke lima kecamatan di Kabupaten Bima.

Adapun lima kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Wawo, Sape, Lambu, Wera dan Ambalawi. Touring tersebut dimulai dari Kecamatan Wawo hingga Ambalawi.

“Kami sengaja melakukan Touring menggunakan sepeda motor, kami ingin pastikan bagaimana kondisi perkembangan ekonomi masyrakat saat pandemik ini,” beber Firdaus ST, MM, Ketua STIE Bima.

Hasil pengamatan kata pria berkacamata ini, kondisi ekonomi masyarakat berjalan cukup stabil. Hal itu terlihat bahwa kegiatan ekonomi tetap berjalan seperti sedia kala.

“dibilang ada dampak, tentu saja ada pengaruh bagi ekonomi masyarakat akibat Covid-19 ini. Namun kondisi kita di Bima khususnya, tetap cukup stabil dibandingkan dengan daerah lain,” ujarnya.

“Kios-kios, warung dan pasar tetap buka. Ini artinya ekonomi kita tidak terlalu terpuruk,” lanjut mantan Ketua HIPMI Kota Bima ini.

Tidak hanya aktivitas ekonomi kata mantan politisi handal demokrat ini, tempat wisata dan kuliner juga tetap ramai dikunjungi. Terbukti seperti di tempat persinggahan ikan bakar di kecamatan wera. “Begitupun dengan tempat wisata Taja Ngao di Wera yang saat ini sedang viral, ramai di kunjungi oleh wisatawan local,” lanjutnya.

Namun demikian, pria kelahiran 1977 ini tetap mewanti wanti agar masyarakat tetap waspada terhadap pandemik ini. Hal itu dapat dilakukan dengan mengikuti semua protap yang dianjurkan pemerintah.

“Misalnya saja kami rombongan Touring ini, sebelum kami berangkat masing-masing peserta mengecek kesehatan di puskesmas terdekat. dan membawa kelengkapan masing masing seperti masker, hand sanitizer dan lain-lain. jika dirasa aman dan lengkap, maka boleh ikut. Begitupun saat interaksi selama perjalanan, kami tetap mematuhi protap,” bebernya. (*)